Empat BUMD DKI Diguyur Rp4,15 Triliun

- Senin, 1 November 2021 | 15:36 WIB
PT Jakarta Propertindo BUMD DKI Jakarta - youtube_com
PT Jakarta Propertindo BUMD DKI Jakarta - youtube_com

Jakarta, INDEPENDEN - Dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2022, tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI Jakarta mengusulkan penyaluran penanaman modal daerah (PMD) kepada empat Badan Usaha Milik Daerah.

Keempat perusahaan plat merah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu mendapat guyuran PMD senilai Rp4,15 triliun.

BUMD tersebut masing-masing PT MRT Jakarta dengan nilai Rp3,17 triliun; PD Air Minum (PDAM) Jaya Rp372,57 miliar; PD PAL Jaya Rp350 miliar; dan Perumda Sarana Jaya Rp250 miliar.

Terkait penyaluran dana tersebut, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Yusriah Dzinnun meminta BUMD tidak selalu bergantung sumpai pemerintah daerah. Manajemen BUMD harus kreatif di tengah persaingan ketat bisnis.

“Mereka selama ini hanya mengandalkan neraca keuangan lalu dapat uang ratusan miliar dari PMD ini. Kami minta tolong BUMD sekarang harus mulai kreatif. Jangan selalu mengandalkan PMD," ujar Yusriah melalui keterangan tertulis, Senin, 11 November 2021.

 

Anggota Banggar lainnya, Iman Satria, mengusulkan kepada masing-masing BUMD untuk mencari alternatif pencarian dana guna memperkuat neraca keuangan perusahaan. Contohnya pinjaman ke Bank DKI selaku Bank Pembangunan Daerah (BPD).

BACA JUGA: Strategi Pelaksanaan Proyek Infrastruktur Selama Pandemi

Tiga perusahaan, seperti PDAM Jaya, PAL Jaya, dan Sarana Jaya dinilai bisa memperoleh pinjaman tersebut.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rahasia Implementasi Human Capital Bank Mandiri

Jumat, 3 Desember 2021 | 12:13 WIB

Krakatau Steel Butuh 13 Tahun Catat Rekor Produksi CRC

Selasa, 2 November 2021 | 22:01 WIB

Empat BUMD DKI Diguyur Rp4,15 Triliun

Senin, 1 November 2021 | 15:36 WIB
X