Kinerja Pertamina 2022: Laba Bersih 56 Triliun dan Kontribusi Penerimaan Negara 307 Triliun, Ini Detailnya!

- Selasa, 18 April 2023 | 13:17 WIB
Pekerja menuju dermaga Jetty untuk melakukan proses loading minyak mentah ke Kapal Tanker Artemis, yang selanjutnya dikirim ke kilang-kilang domestik di Pertamina Hulu Rokan (PHR), Dumai, Riau. (Pertamina.com - INDEPENDENMEDIA.ID)
Pekerja menuju dermaga Jetty untuk melakukan proses loading minyak mentah ke Kapal Tanker Artemis, yang selanjutnya dikirim ke kilang-kilang domestik di Pertamina Hulu Rokan (PHR), Dumai, Riau. (Pertamina.com - INDEPENDENMEDIA.ID)

Jakarta, INDEPENDENMEDIA.ID - PT Pertamina (Persero) membukukan kinerja positif pada periode 2022 dengan mencatatkan laba bersih sebesar US$3,8 miliar atau Rp56,6 triliun. Raihan tersebut meningkat 86 persen dari laba perusahaan pada 2021.

Di tengah kondisi volatilitas harga minyak dan dinamisnya nilai tukar rupiah, Pertamina tetap dapat meningkatkan kinerja 2022 dengan melakukan berbagai upaya --operasional maupun finansial.

Sepanjang 2022, Pertamina Group telah berkontribusi terhadap penerimaan negara mencapai Rp307,2 triliun yang terdiri dari pajak, dividen, PNBP, minyak mentah dan/atau kondensat bagian negara, dan signature bonus.

Baca Juga: Serangan Balik Sniper Kopassus Pasca-KSTP Kepung Pos Mugi Nduga: Jangan Mengira TNI Kaleng-kaleng

Jumlah setoran ke negara ini meningkat 83 persen dibandingkan 2021.

Khusus setoran pajak, Pertamina pada 2022 membayarkan pajak sebesar Rp219,06 triliun -- meningkat 88 persen dibandingkan 2021.

“Pencapaian ini tentu berkat kerja bersama seluruh Perwira Pertamina. Kinerja positif ini juga tentu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian ESDM,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati di Jakarta via keterangan tertulisnya yang INDEPENDENMEDIA.ID terima pada Selasa, 18 April 2023.

Pertamina, dengan komitmen untuk selalu bertumbuh, telah berhasil meningkatkan kinerja operasional 2022 di semua Subholding.

Produksi minyak dan gas mencapai 967 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) atau tumbuh delapan persen dari pencapaian 2021, produksi kilang mencapai 313,9 juta BBL atau tumbuh enam persen, realisasi penjualan produk BBM dan non-BBM mencapai 97,86 juta KL atau tumbuh lima persen.

Sementara efektivitas pengangkutan muatan kapal Pertamina mencapai 89 persen atau tumbuh tiga persen, produksi listrik dari Geothermal dan new renewable energy lainnya mencapai 4.659 GWh, pemasangan jaringan gas rumah tangga mencapai 254.063 sambungan rumah tangga atau tumbuh 4.760 persen.

Pertamina sangat mengapresiasi dukungan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang telah melakukan perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.159/2022 tentang tata cara penyediaan, pencairan, dan pertanggungjawaban dana kompensasi.

Baca Juga: Alasan Arfita Dwi Putri Gugat Cerai Yama Carlos: Awalnya Kesal Dituduh Selingkuh hingga Pernikahan Beda Agama

Dengan perubahan PMK tersebut Pemerintah melakukan percepatan pembayaran dana kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp319,81 triliun (termasuk pajak) yang terdiri atas piutang 2019-2021 sebesar Rp83,41 triliun (termasuk pajak) dan periode sampai dengan Triwulan III 2022 sebesar Rp236,40 triliun (termasuk pajak).

Pembayaran dana kompensasi tersebut berdampak kepada perbaikan arus kas operasi sehingga rasio-rasio keuangan dapat terjaga dengan baik pada kinerja 2022.

Dalam memitigasi pergerakan nilai tukar kurs yang dinamis, Pertamina secara aktif melakukan transaksi lindung nilai dan penyeimbangan akun moneter yang berhasil memitigasi risiko nilai tukar sebesar US$657 juta.

Halaman:

Editor: Ridwan Ewako

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lowongan Kerja BUMN 2023, Segera Melamar ke DAMRI

Senin, 27 Februari 2023 | 19:37 WIB
X