Rahasia Implementasi Human Capital Bank Mandiri

- Jumat, 3 Desember 2021 | 12:13 WIB
pelayanan Bank Mandiri
pelayanan Bank Mandiri

Jakarta, INDEPENDEN MEDIAPT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki talenta yang sangat baik. Bukan hanya dikandang, namun sudah teruji ditandang. Ini tak lepas dari sistem pengkaderan human capitalnya yang sudah berjalan dengan sangat baik, yakni melalui strategi 3-3-1. Dengan terus konsisten dan melakukan perbaikan dari berbagai sisinya, Bank Mandiri yakin akan menjadi perbankan wholesale terdepan dan berkelanjutan untuk masa yang akan datang.  

“Secara garis besar, strategi 3-3-1 human capital itu masuk dalam ekosistem HC Bank Mandiri. Termasuk juga 12 elemen yang menjadi dasar (backbone) dalam mengimplementasikan strategi itu,” ujar Teszy Mira Ekakusuma selaku VP Talent Analytic saat memaparkan materi presentasinya yang berjudul Mandiri’s Human Capital Strategy: Towards Digital Transformation di hadapan dewan juri Human Capital & Performance Award 2021, Jakarta, (01/12/2021).  

Strategi 3-3-1 adalah sebuah konsep yang diterapkan untuk mencapai sebuah tujuan melalui tiga strategi dan mandat human capital (HC). Bank Mandiri dalam HC ini bertujuan menjadikan karyawan terlibat dan produktif dalam mendorong pertumbuhan perusahaan, bisnis berkelanjutan dan menciptakan pemimpin-pemimpin baru untuk masa yang akan datang. Inilah strategi 1 dari 3-3-1 itu.

Kemudian strategi yang 3 dari 3-3-1 adalah mencakup tiga hal, yakni akselerasi pemenuhan kapasitas dan peningkatan produktivitas karyawan, peningkatan kapabilitas karyawan, dan karyawan mendalami terkait makna AKHLAK dan Employee Value Proposition (EVP) yang ditetapkan perusahaan.

Selanjutnya, strategi tiga HC lainnya adalah tugas untuk mendukung, mengaktifkan strategi, dan rencana perusahaan kaitannya dengan perseroan Bank Mandiri. Bertugas untuk memberikan pengembangan bakat-bakat terbaik bagi bangsa Indonesia. Terakhir untuk karyawan sendiri, menjadikan karyawan mempunyai pengalaman dan ilmu yang luas, baik untuk kepentingan ketika masih bergabung dengan perseroan ataupun ketika berkiprah di perusahaan lain.

Adapun 12 elemen yang masuk dalam EVP atau backbone perusahaan adalah organitation structure and capacity, recruitment, onboarding, learning & development, performance, reward, talent & succsession, retire & exit, leadership, HC policy & strategi, HC operating model, dan HC technology & people analytic.  

Semua strategi itu sangat ditentukan dengan kepemimpinan, nagih, nata dan nuntun. Menuntun sama-sama untuk menuju yang diharapkan bersama.

“Keberhasilan strategi-strategi itu juga sangat ditentukan oleh prinsip kepemimpinan yang selama ini kita jalankan, yakni filosofi dari Nagih, Nata, dan Nuntun. Prinsip kuno khas Jawa ini kita ambil dan berlakukan di Bank Mandiri. Dan sangat terbukti keberhasilannya,” ungkap SVP Human Capital Strategy & Talent Management Steven Agustino  Yudiyantho saat memaparkan materi presentasi terkait dengan performa perseroan.

Seorang pemimpin, dalam berbagai tingkatannya, tak diperkenankan hanya menagih kinerja karyawan. Namun Mandirian harus diajak bicara dan berdiskusi terkait dengan permasalahan yang dihadapinya. Juga seorang atasan harus mampu mengajak dan mencontohkan yang terbaik kepada bawahannya agar bekerja sesuai tujuan perusahaan.

Halaman:

Editor: Ibnu Syueb

Tags

Terkini

Rahasia Implementasi Human Capital Bank Mandiri

Jumat, 3 Desember 2021 | 12:13 WIB

Krakatau Steel Butuh 13 Tahun Catat Rekor Produksi CRC

Selasa, 2 November 2021 | 22:01 WIB

Empat BUMD DKI Diguyur Rp4,15 Triliun

Senin, 1 November 2021 | 15:36 WIB
X