• Kamis, 8 Desember 2022

Tujuh Tahun 'Negara Depok' Pasca-Indonesia Merdeka

- Rabu, 7 Juli 2021 | 15:50 WIB
Perkebunan Chastelein di Sringsing - poestahadepok_blogspot
Perkebunan Chastelein di Sringsing - poestahadepok_blogspot

 

INDEPENDEN - Jejak awal Kota Depok di sebuah dusun terpencil. Ia di tengah hutan belantara. Selain pepohonan tinggi, di sana-sini penuh semak belukar.

Satu hari, beberapa sumber menyebutkan elite VOC bernama Cornelis Chastelein membeli sebidang luas tanah di kawasan yang kini bernama Depok. Tepatnya pada 18 Mei 1696.

Bukan cuma sekali, ia membeli dan membeli lagi. Akhirnya lahan milik Chastelein melebar di Ratujaya, Bojonggede, dan weilayah Jakarta Selatan.

Lahan dimaksud disulap menjadi perkebunan. Ratusan pekerja dari Bali, Makassar, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Jawa, Pulau Rote, hingga Filipina didatangkan.

Baca Juga: Info Super Lengkap Ratusan Danau Menawan Seantero Indonesia

Perkebunan di Depok dan sekitarnya dalam peta sejarah perkebunan Indonesia terbilang penting. Maklum, sebab masuk kelompok awal dan eksistensinya masih terlihat masif hingga tahun 1970-an.

Hingga 1980-an, sisa perkebunan tanaman keras, antara lain karet, masih ditemukan cukup luas di sana. Tepatnya di Pondok Cina (lahan UI sekarang), Sawangan, Citayam, Cinbere, Cilodong, Tapos, Bojonggede, Kaum Pandak, dan Cimanggis.

Chastelein yang disebut-sebut antiperbudakan menempatkan para pekerjanya sebagai "keluarga", bukan "budak". Penggarap kebunnya menjadi keluarga besar dengan 12 marga di dalamnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X