• Kamis, 8 Desember 2022

Masihkah Indonesia Paru-paru Dunia?

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:31 WIB
Hutan Indonesia - greenpeace_org
Hutan Indonesia - greenpeace_org

 

INDEPENDEN - Alam Indonesia membentang mengikuti Garis Wallacea, Garis Weber, dan Garis Lydekker. Posisi negara kepulauan di tiga bentang alam yang berbeda ini membuat keanekaragaman hayati sangat tinggi.

Sebagian besar kekayaan flora dan fauna itu berada dalam hutan tropis yang sangat luas. Bicara luas, hutan tropis Indonesia berada di peringkat ketiga, di bawah Brazil dan Republik Demokrasi Kongo (sebelumnya bernama Zaire).

INDEPENDENERS tidak hanya perlu bangga karena luarnya, isi daratan penuh pepohonan dimaksud menyimpan harta karun hayati yang amat unik.

Tipenya mulai hutan-hutan dipterocarpaceae dataran rendah yang nan hijau di Sumatera dan Kalimantan umumnya hingga hutan-hutan monsun musiman, dan padang savana di Nusa Tenggara. Ada pula hutan nondipterocarpaceae dataran dan kawasan Alpin di Papua.

Negeri dengan sekitar 17 ribu pulau ini menyimpan hutan mangrove terluas di dunia. Luasnya diperkirakan 4,25 juta hektar pada 1990-an.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan keanekaragamanhayati Indonesia sebagai berikut:

  • 1.500 jenis alga
  • 80.000 jenis tumbuhan berspora berupa jamur (seperti kriptogam)
  • 595 jenis lumut gerak
  • 2.197 jenis paku-pakuan
  • 40.000 jenis flora tumbuhan berbiji (15.5% total flora dunia)
  • 8.157 jenis fauna vertebrata (mamalia, burung, herpetofauna, dan ikan)
  • 1.900 jenis kupu-kupu (10% total dunia)

 

Dokumentasi pengetahuan seputar hutan tropis Indonesia disumbang oleh A. F. W. Schimper, ahli tumbuhan Jerman. Hasil riset Schimper tentang hutan tropis masih relevan sebagai referensi hingga saat ini.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X