Hilirisasi Batu Bara Jadi DME di Muara Enim Tekan Impor Elpiji dan Serap 12 Ribu Pekerja

- Senin, 24 Januari 2022 | 17:52 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin seremoni grounbreaking proyek hilirisasi batu bara di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden - INDEPENDEN)
Presiden Joko Widodo memimpin seremoni grounbreaking proyek hilirisasi batu bara di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden - INDEPENDEN)

Muara Enim, INDEPENDEN - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo alias Jokowi memimpin seremoni dimulainya pengerjaan fisik (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin, 24 Januari 2022.

Saat menyampaikan sambutan peresmian peletakan batu pertama, Presiden Jokowi kembali menegaskan pentingnya hilirisasi batu bara menjadi DME. Upaya ini bakal menekan impor elpiji yang mencapai kisaran Rp80 triliun.

“Impor kita elpiji itu gede banget. Mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun. Impornya Rp80-an triliun. Itu juga harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sangat tinggi. Subsidinya antara Rp60 sampai Rp70 triliun,” papar Jokowi.

Baca Juga: Idiom 'Tempat Jin Buang Anak' Dimasalahkan, Apa Jin Suka Aborsi?

Presiden mengemukakan jika Indonesia terus impor maka negara lain yang untung besar. Lapangan kerja dibuka di negara lain.

"Yang terbuka lapangan pekerjaan juga negara lain. Padahal kita memiliki bahan bakunya. Kita memiliki raw material-nya, yaitu batu bara yang diubah menjadi DME, hampir mirip dengan elpiji,” lanjut Jokowi.

Proyek hilirisasi ini kerja sama antara PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan investor asal Amerika Serikat; Air Products.

Menurut Presiden, jika proyek ini telah berproduksi, maka berpotensi mengurangi subsidi APBN hingga Rp7 triliun.

Baca Juga: MUI dan Muhammadiyah Haramkan Aset Kripto, PINTU Makin Agresif Kembangkan Bisnis

“Kalau semua elpiji nanti distop dan semuanya pindah ke DME, duit yang gede sekali, Rp60-70 triliun. Itu akan bisa dikurangi subsidinya dari APBN. Ini yang terus kita kejar, selain kita bisa memperbaiki neraca perdagangan kita karena nggak impor. Kita bisa memperbaiki neraca transaksi berjalan kita karena kita nggak impor,” paparnya.

Halaman:

Editor: Ridwan Ewako

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adab Penting Dalam Membaca Al-Qur’an

Selasa, 10 Mei 2022 | 00:17 WIB

Beberapa Amal Shalih Selepas Ramadhan

Minggu, 8 Mei 2022 | 09:30 WIB

Zakat tidak Harus di Bulan Ramadhan

Sabtu, 9 April 2022 | 11:29 WIB

Tujuh Atensi Pertahanan Indonesia

Rabu, 6 April 2022 | 06:33 WIB

5 Hal Yang Merusak Pahala Puasa

Minggu, 3 April 2022 | 14:46 WIB

Terpopuler

X