• Senin, 3 Oktober 2022

Wahai Pendaki, Gunung Bukan TPS

- Minggu, 12 Desember 2021 | 11:22 WIB
Pesona alam di atas gunung (pixabay.com - INDEPENDEN MEDIA)
Pesona alam di atas gunung (pixabay.com - INDEPENDEN MEDIA)

INDEPENDEN - Siapa yang tak mengenal aktivitas pendakian gunung? Mendaki gunung menjadi hobi baru berbagai kalangan, mulai yang sekadar berwisata sampai pencinta alam.

Mendaki gunung merujuk pada kegiatan di alam bebas atau perjalan menuju puncak suatu gunung.

Mendaki gunung kini menjadi aktivitas yang banyak digandrungi karena pengunungan menyajikan pemandangan yang tak kalah indah dengan pemandangan alam lainya.

Namun, semakin meningkatnya aktivitas pendakian, kini mendaki gunung menimbulkan dampak bagi lingkungan dan ekosistem yang ada.

Sebelum melakukan pendakian gunung, para pendaki diwajibkan mendaftar surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) di basecamp pendakian atau pos pendaftaran. Pendaki akan dicek kelengkapan peralatan dan perbekalan logistik yang dibawa.

Baca Juga: Gunung Semeru Menyimpan Misteri Dewi Cantik Jelmaan Ikan

Kelengkapan berupa surat-surat, seperti surat keterangan sehat dan identitas. Perlengkapan berupa peralatan pendakian dan perbekalan yang dibawa.

Selain itu, para pendaki juga mendapatkan gambaran tentang gunung dan peraturan-peraturan yang ada dari petugas.

Ada peraturan tertulis dan peraturan tidak tertulis. Peraturan tidak tertulis biasanya menyangkut norma-norma atau kebiasaan masyarakat sekitar.

Jadi para pendaki harus menghargai dan menghormati adat istiadat atau kebiasaan masyarakat sekitar.

Halaman:

Editor: Ridwan Ewako

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X